Tips Menghitung Denda Kredit Mobil


Membeli mobil melalui lembaga pembiayaan atau finance memang memudahkan konsumen. Terlebih beberapa lembaga finance saat ini memberikan tawaran program yang menggiurkan, seperti tenor hingga 7 tahun atau bunga 0%. Inilah tips cara menghitung denda kredit mobil di Indonesia.

Namun, mayoritas konsumen tak memperhatikan besar denda keterlambatan angsuran per bulan maupun melunasi pembayaran sebelum waktu yang ditentukan. Sehingga kerap membuat terkejut di saat harus membayar denda atau penalti. Padahal hal ini bisa diketahui saat akad kredit.

Hal ini bisa berakibat fatal jika jumlah denda atau penalti pelunasan akan bertambah besar, mengingat denda yang diberlakukan bersifat harian.

Oh ya, beberapa lem­baga finance juga memberikan kelonggaran pem­­bayaran kredit dari 1-3 hari.

Sebelum menghitung besarnya denda, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu persentase denda per hari, tanggal jatuh tempo, jumlah angsuran, waktu kelonggaran.
Pelajari berita acara saat serah terima kendaraan Cermati klausul kredit dengan seksama

Menghitung denda angsuran

Besarnya jumlah den­da keterlambatan pembayaran angsuran yang diberlakukan lembaga finance memang berbeda-beda. Contohnya Adira finance yang memberlakukan sebesar 0,2% setiap hari dari nilai angsuran.

“Kami dari perusahaan sebenarnya tidak mengha­rapkan uang denda tersebut, yang kami harapkan adalah nasabah selalu mem­bayar tepat waktu,” ungkap Niko Kurniawan B, Deputy Director –Head of Retail Car Financing Adira Finance.

Niko menambahkan, “Mes­kipun besarnya denda tidak terlalu besar, namun jika nasabah selalu terlambat maka jumlahnya akan menjadi besar. Walau sekali lagi kami tidak mengharapkan hal tersebut.” Dengan adanya denda itu, tentu nasabah perlu menambahkan pembayaran ketika telah sang­gup membayar cicilan.

Nah, rumus menghitung denda keterlambatan membayar kredit mobil sebagai berikut: (0,2 : 100) x angsuran.  Jadi misalnya jumlah angsuran per bulan Rp 10.000.000, maka hitungannya adalah (0,2 : 100) x 10.000.000 = 200.000 (per hari).

Simulasi penghitung­an di atas berdasarkan jum­lah persentase dari Adira finance. Sedangkan di lem­baga finance lain besar per­sentase denda setiap harinya bisa variatif, rentangnya dari 0,3% hingga 0,5%.
Bayar cicilan sesuai kemampuan Biaya perawatan juga harus diperhitungkan

Pelunasan Sebelum jatuh tempo

Memang sedikit ironis, di saat konsumen ingin melunasi kredit, lembaga finance malah mengenakan penalti.

Misalnya ambil contoh dari Adira Finance, pe­­nalti yang dikenakan ke nasabah sebesar 0,8% dari total kredit. Rumus­nya adalah (0,8 : 100) x jumlah kredit = (0,8% : 100) x Rp 100.000.000 = Rp 8.000.000. Nah, lagi-lagi besarnya presentase penalti yang diberlakukan masing-masing finance berbeda-beda dengan kisaran dari 0,8-10% dari sisa hutang pokok yang ditanggung nasabah.

Nah, sebelum melakukan pelunasan kredit ini sebaiknya Anda memperhitungkan untung-ruginya dibanding mencicil hingga akhir tenor. Terutama jika pelunasan ingin dilakukan secara dini atau kurang dari sepertiga tenor.
Share on Google Plus

About Honda Nasional