Tahun Baru Ajaran Pendidikan Dituduh Sebagai Penahan Pasar Mobil Bekas

Interaksi social dalam dunia otomotif memang menjadi sisi lain yang menarik untuk dibicarakan. Pasalnya setelah berbusa membicarakan kehebatan dari balok besi beroda empat, semua akan tertuju pada pelakunya sendiri yakni manusia. Pada kali in ada kabar unik yang muncul dari segmen pasar mobil bekas alias Mobkas yang memang mana memiliki pasar yang agak berbeda dengan mobil keluaran-keluaran baru.
Pelaku usaha pada tahun ini memiliki kesimpulan yang menarik bahwa pendidikan memiliki hubungan, pasalnya akibat langsung dengan penjualan mobil bekasnya menurun apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski bisa dikatakan penjualan mobil bekas memiliki angka penjualan yang tidak pasti, namun menurut dari sumber yang sama dapat dipastikan bahwa gemerlap penjualan mobil bekas pada saat Bulan Ramadhan pada tahun lalu lebih meriah apabila dibandingkan dengan Bulan Ramadhan tahun ini.
Dan logikanya, pasar mobil bekas akan ramai pada Bulan Ramadhan akibat kebutuhan konsumen untuk melakukan mudik sebagaimanan kebudayaan masyarakat Indonesia pada setiap tahunnya. Namun ternyata, keadaan di lapangan malah menunjukkan angka yang berbeda, yakni apabila pada tahun lalu pembeli mampu mencapai 5 orang perharinya, kini pada tahun ini hanya mampu mencapai dua orang atau tiga orang saja yang hadir untuk membeli mobil bekas tersebut.
Padahal angka 2 atau 3 orang tersebut memang merupakan angka penjualan harian tanpa ada event tertentu seperti lebaran. Pastinya, dari hal tersebut dapat diamibil kesimpulan bahwa omzet yang diharakan akan terjadi pada Bulan Ramadhan tahun ini juga akan terpotong hingga mencapai separuhnya. Anggoro selaku pengusaha mobil bekas mengatakan bahwa penyebab penurunan ini adalah dekatnya agenda Ramadhan dan Lebaran dengan agenda ajaran baru.
Menurut Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua Harjanto Kosashi, masyarakat nampaknya memilih untuk menahan diri dalam membeli mobil bekas atau uangnya malah digunakan untuk keperluan membayar biaya sekolah anak-anaknya. Dan apabila pernyataan tersebut memang benar, maka pastinya di dapat korelasi bahwa biaya pendidikan setimbang dengan harga mobil bekas yang artinya para konsumen dengan dana terbatas terpaksa memilih mana yang lebih penting antara biaya pendidikan atau mobl bekas untuk mudik pulang kampung.
Terlepas dari hal tersebut, hingga saat ini para pembeli mobil bekas pada umumnya berasal dari para pedagang daerah lain di luar Jakarta. Dan mungkin dari sisi ini dapat dilihat pula hubungan antara mobil bekas dengan pembelinya yang mayoritas berasal dari kaum pedagang.
Share on Google Plus

About Honda Nasional