Tips : Atasi Endapan Karbon di Ujung Busi



“Konsep ini sedikit mirip dengan cara kerja korek api. Busi juga harus dapat bertahan di lingkungan kerja yang bersuhu dan bertekanan tinggi dengan beban kerja yang berat serta korosif,” beber Mahesa Argha Yudha, Assistant Marketing Manager PT NGK Busi Indonesia.

Mahesa Argh Yudh menjelaskan, bahwa ada beberapa macam kondisi busi yang perlu diperhatikan.

Dikarnakan ada beberapa proses pembakaran atau penyebab lainnya yang mengakibatkan pada endapatan karbon atau kerak akan terkumpul pada bagian ujung busi, sehingga tegangan hanya melewati kerak tersebut tanpa menghasilkan percikan antara dua elektroda yang akan mengakibatkan mesin menjadi sulit dihidupkan.

“Untuk mengatasi agar tidak terjadi penumpukkan karbon tersebut, kendaraan dapat dijalankan dengan kecepatan kurang lebih 80-90 km/jam selama 10-15 menit, agar temperatur busi naik dan karbon atau kerak dapat melakukan pembersihan (self-cleaning),” jelasnya.

Dia juga menjelaskan untuk melakukan pengecekan kondisi busi secara berkala setiap minimal 10.000 km atau setia[ setahun sekali.

“Namun penumpukkan karbon tersebut tidak akan terjadi pada busi NGK tipe Iridium IX, karena sudah di aplikasikan teknologi yang sudah dipatenkan NGK bernama Thermo Edge Design,” kata Mahesa.

Terkadang ketika dilakukan pengecekan busi, terdapat warna kecoklatan diatas hexagon pada bagian insulator. Penyebabnya adalah partikel minyak atau kotoran di sekitar busi, akan tetapi kondisi seperti ini tidak mempengaruhi performa kinerja busi.

Dia juga menyarankan untuk membersihkan busi gunakanlah sikat nilon dalam membersihkan bagian busi yang paling ujung. Jangan sampai membersihkan menggunakan sikat kawat. Mengapa demikian? Hal tersebut guna menghindari kerusakan di bagian ujung busi, dan juga untuk menghindari kemungkinan bagian kecil dari kawat yang tertinggal di permukaan elektroda.

NGK juga tidak menyarankan membersihkan busi menggunakan cairan kimia, karna ditakutkan cairan kimia tersebut mengandung elemen yang berbahan dasar besi.
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment