Rem ABS Bermasalah





Hondanational.org - ABS (Anti Lock Breaking System) adalah salah satu fitur pengereman yang berfungsi mencegah terjadinya penguncian pada roda.

Sistem pengereman ABS terdiri dari tiga bagian yaitu sensor, modul, dan komputer yang terintegrasi di Electronic Control Unit (ECU) mobil. Sensor memiliki peran yang sangat penting untuk menangkap sinyal perintah pengereman yang diinginkan oleh pengemudi.

Data yang dikirim sensor tersebut diterjemahkan oleh computer di ECU dan kemudian diteruskan ke master rem. Pada saat itulah master rem melakukan tugas yaitu memberikan tekanan kepada masing-masing caliper rem.






“Melihat peran itulah, maka sensor memiliki peran penting. Sehingga, bila rusak maka fungsi ABS akan berantakan,” jelas Irawan.

Oleh karena itu, Asep mewanti-wanti para pemilik mobil untuk mencegah masalah di ABS dan melakukan perawatan rutin. Apa saja langkahnya? Berikut penjelasan Asep :

1. Bersihkan sensor

Sensor ABS letaknya di kaliper rem. Oleh karena itu, bila ingin melakukan pembersihan peranti itu, lakukanlah dengan baik dan hat-hati.

Bila kaliper rem aus atau rusak dan Anda ingin membawanya ke bengkel, pastikan mekanik bengkel yang bersangkutan memahami rem ABS. Pasalnya, perlu kecermatan dan kehati-hatian ekstra untuk mengganti kaliper yang rusak. Bila tidak, maka sensor akan rusak dan peranti ABS pun tidak berfungsi.

Bila Anda ingin membersihkan sensor, maka cukup dengan menggunakan cairan pembersih spray yang banyak dijual di toko onderdil atau aksesori mobil. Bersihkan sensor, terutama bagian yang bermagnet, minimal dua bulan sekali.

“Karena sensor yang kotor juga akan berpengaruh pada kinerja pengereman ABS. Ingat rem merupakan bagian yang sangat vital dalam berkendara untuk menunjang keamanan,” Irawan mewanti-wanti.


2. Hindari mengocok rem terlalu sering

Satu kebiasaan salah yang kerap dilakukan adalah mengerem secara mendadak dengan tiba-tiba. Bila tidak dalam kondisi darurat, hindari mengerem dengan mendadak.

Selain itu, jangan terlalu sering mengocok atau menginjak pedal rem berkali-kali pada saat mobil tidak dalam kondisi sedang berjalan. Pasalnya, dengan menginjak pedal rem berkali-kali di saat mobil berhenti sama artinya mengirim sinyal yang tidak perlu ke sensor ABS.

“Entakan demi entakan, apalagi bila terlalu keras dan sering akan menyebabkan sensor cepat aus,” kata Irawan.

Entakan keras yang bertubi-tubi dikhawatirkan menjadikan sensor salah mengirim sinyal ke komputer mobil. Sehingga, posisi ABS cepat beralih ke posisi mengunci, meski pada saat itu pengemudi tidak melakukan pengereman.


3. Periksa atau ganti minyak rem

Seperti halnya peranti pengereman konvensional, mekanisme kerja rem ABS juga tergantung dengan keberadaan minyak rem. Oleh karena itu, bila minyak rem berkurang segeralah menambahinya.

Namun, bila kondisi minyak rem telah kedaluwarsa atau basi, segera ganti. Ingat, pada tabung minyak rem yang masih menyisakan ruang bagi udara bisa saja terdapat bakteri atau unsur kimia lain yang terbawa udara.

Pada saat itulah, kemungkinan terjadi reaksi kimia sangat besar. Walhasil, kualitas oli juga berubah. “Karena itu, ganti oli minyak rem bila kondisinya sudah tidak bagus,” terang Irawan.

Agar mengetahui kondisi kondisi rem ABS secara rutin, perhatikan indicator ABS yang ada di dashboard mobil Anda. Bila ada indikasi bermasalah segera lakukan pengecekan atau membawanya ke bengkel.
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment