Tips : Mengganti Velg Honda Mobilio




Hondanational.org - Bagi sebagian pemilik mobil, mengganti pelek standar dengan model racing atau kompetisi merupakan kewajiban. Tujuannya tentu agar tampilan lebih keren sesuai dengan karakter yang diinginkan (elegan, racing atau ekstrem).

Namun pada kenyataannya mengganti pelek tak semudah hanya datang ke toko pelek, cari model yang sesuai, lalu pasang. Ada beberapa kendala yang kerap ditemui karena tidak semua pelek yang dijual memiliki spesifikasi sesuai yang diinginkan. Selain ukuran diameter, paling krusial adalah lebar pelek dan offset.

Jamal, punggawa gerai pelek MdM, di Fatmawati, Jakarta, memberi masukan ketika hendak mengganti pelek. “Jika ingin menggunakan pelek lebar perhitungkan ruang spakbor. Pastikan saat belok masih leluasa alias tidak mentok dinding dalam atau piringan penampang per bagian bawah. Disarankan, untuk mobil kecil (city car dan hatchback) lebar maksimum 7 inci, MPV dan SUV 8 inci dan saloon 10 inci,” papar Jamal.

Lantas soal offset, disarankan posisi pelek harus sejajar dengan bibir fender. Semisal, ukuran standar pabrik 40. Jika ingin posisi lebih ke dalam, maka angkanya harus lebih besar. Sebaliknya, ingin lebih menempel dengan bibir fender, angkanya lebih kecil. Toleransinya tambah atau kurang 2 poin dari standar.


Kendala
Namun pada kenyataannya urusan offset kerap jadi kendala yang pelik. Banyak konsumen yang mengurungkan niat untuk mengganti karena pelek pilihannya memiliki offset yang tidak sesuai. Alhasil lingkar roda keluar sehingga melewati bibir fender atau terlalu masuk hingga sering bergesekan dengan spakbor sisi dalam. Terkadang saat menemukan spesifikasi yang pas, model tidak sesuai selera.

Salah satu kasus yang saat ini terjadi adalah sulitnya mengganti pelek untuk Honda Mobilio dan All-New Jazz. Ukuran offset ideal adalah 48 atau 50 untuk pelek diameter 16 atau 17 (ukuran pelek yang paling dicari) dengan lebar pelek 7,5 inci. Namun rata-rata bengkel pelek menjual ukuran tersebut dengan pelek maksimal offset 45 atau lebih kecil. Alhasil ketika dipasang dengan ban maka lingkar roda terlihat keluar. Secara penampilan tentunya terlihat agak aneh.

Solusi
General Manager Marketing and Sales Gajah Tunggal, pemasar ban GT Radial, Arijanto Notorahardjo mengutarakan salah satu solusi. “Coba pasang dahulu pelek tanpa ban dengan offset paling masuk (45) kalau posisi pelek sejajar dengan bibir fender langkah selanjutnya adalah mencari ban yang tepat,” beber Ari.

Sebagai contoh, untuk pelek diameter 17 dengan lebar 7,5 idealnya memakai ban ukuran 215/45. Kombinasi tersebut sangat pas karena dinding ban sejajar atau lurus dengan bibir pelek. Namun kalau dipasang di mobil ban akan terlihat keluar. Padahal saat dicoba posisi pelek dengan offset 45 sudah sejajar. Hal ini dikarenakan bibir ban yang menempel pada pelek memiliki pelindung untuk menjaga agar bibir pelek tidak mudah lecet, jika terjadi gesekan dengan trotoar atau separator jalan.

“Hal itu bisa diakali dengan menggunakan ban yang memiliki lebar lebih kecil seperti 205/45. Ukuran tersebut akan menimbulkan efek ban agak ditarik, namun masih tergolong aman, tidak seperti penghobi aliranhella flush yang cukup ekstrem. Cara tersebut bisa jadi solusi karena terlihat ban sejajar dengan bibir fender. Nah, pertimbangan itu yang akhirnya membuat kami membuat ukuran itu,”

Sumber : f20wheels.com
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment