Kesadaran Kurang, Recall Honda di Indonesia Baru Capai 25 Persen


Jakarta - Sejak tahun lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) makin gencar mengkampanyekan soal penarikan mobilnya terkait airbag Takata. Meski begitu baru sedikit konsumen di Indonesia yang sadar untuk mengganti airbagnya.



Pihak HPM mengatakan baru sekitar 25 persen secara total konsumennya yang mengganti airbag sejak pertama kali diumumkan yaitu April 2013. 

"25 persen, makanya kita lakukan campaign besar-besaran sekarang di diler dipasangin spanduk, dikirimin SMS, nomor rangka di lock, karena itu menurut kita recall yang cukup besar dan sangat bahaya, kita sampai berikan penalti pada diler yang tidak ikut melakukannya," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM, Jonfis Fandy di Tangerang. 

"Sampai pencopotan diler (jika tak memasang spanduk), tapi sekarang semua diler sudah lakukan. Memang untuk mendapatkan konsumen, Indonesia kan negara kepulauan, jadi kan nggak ada satu koran yang bisa cover satu indonesia. banyaknya koran pun belum tentu mencover orang-orang yang punya mobil ini jadi berbagai macam usaha iklan sekarang SMS sudah kita kirim," lanjut Jonfis. 

Pergantian airblag inflator yang bisa mengembang sendiri ini tak dikenakan biaya sepeser pun. Konsumen tinggal membawa mobilnya saja ke bengkel dan kemudian pihak HPM bakalan mengecek apakah mobil tersebut terdampak atau tidak. 

Di awal tahun 2016, Honda menarik 6 model karena airbag Takata. Keenam model itu adalah:

- 2.856 unit Honda Accord produksi 2004 – 2007
- 16.276 unit Honda Civic produksi tahun 2002 – 2011
- 41.538 unit Honda City produksi tahun 2004 – 2013
- 104.651 unit Honda CR-V produksi tahun 2002 – 2012
- 199.167 Honda Jazz produksi tahun 2004 – 2014
- 2.526 unit Honda Stream produksi tahun 2002 – 2006 (dry/lth)

Sumber : Detik Otomotif
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment