Pemerintah Indonesia Terapkan Standar Euro4

Hondanational.org - Dilansir dari laman resmi Gabungan Indutri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), untuk menetapkan standar emisi kendaraan di suatu negara. pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus mengetahui hubungan erat antara emisi kendaraan, teknologi mesin kendaraan dan kualitas BBM.


Hal ini diperlukan, untuk menjamin kualitas BBM yang tepat tersedia di negara tersebut. Pada saat ini, Indonesia masih menggunakan Euro 2, berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru sejak 2007.
Berikut daftar aturan standar Euro yang berlaku di semua negara:
Euro 1 : 1 Juli 1992, mesin bensin Nox 490 miligram per kilometer (mg/km), diesel Nox 780 mg/km
Euro 2 : 1 Januari 1996, mesin bensin Nox 250 mg/km, diesel 730 mg/km
Euro 3 : 1 Januari 2000, mesin bensin Nox 150 mg/km, diesel 500 mg/km
Euro 4 : 1 Januari 2005, mesin bensin Nox 80 mg/km, diesel 250 mg/km
Euro 5 : 1 September 2009, mesin bensin Nox 60 mg/km, diesel 180 mg/km
Euro 6 : 1 September 2014, mesin bensin 60 mg/km, diesel  80 mg/km

Mobil-mobil di Indonesia dalam waktu dekat akan wajib memiliki standar emisi Euro4. Untuk memuluskannya pemerintah menyiapkan program mobil rendah emisi.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, mesin di atas 1.200cc akan dimasukkan dalam kategori Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

"Untuk kendaraan di atas 1.200 cc sedang disiapkan program sejenis Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), dengan nama asingnya LCEV," ujarnya kepada detikOto.

Meski ada LCEV, Putu menegaskan keberadaan mobil KBH2, atau yang disebut juga Low Cost Green Car (LCGC) akan tetap bertahan di pasar otomotif roda empat Indonesia. "Program KBH2, untuk kendaraan kecil mesin maksimal 1.200 cc tidak dihentikan," tutur Putu.

Selama ini soal mobil LCGC diatur lewat Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Permenperin tersebut merupakan turunan dari program mobil emisi karbon rendah atau low emission carbon (LEC) yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah. 

Persyaratan LCEV lebih ketat dari KBH2 atau LGCC, di mana efisiensi bahan bakar mobil penumpang yang harus diproduksi adalah sebesar 20 km per liter bahan bakar.(khi/ddn) 


Sumber : Detik Otomotif


Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment