Aturan Mobil Ramah Lingkungan Telat Diterapkan, Indonesia Bisa Menganggur



Jakarta - Mobil ramah lingkungan yang rendah emisi terus dikembangkan di berbagai negara. Setiap negara melakukan peraturan yang berbeda-beda agar mobil ramah lingkungan bisa semakin cepat diterima oleh masyarakat.
Buat di Indonesia sendiri, mobil ramah lingkungan seperti masih tabu untuk dibicarakan. Salah satunya karena aturannya yang belum jelas dari pemerintah. Indonesia masih tertinggal dengan negara lain di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah mulai ke arah sana beberapa tahun belakangan.
"Cepet tok nggak bagus, tapi cepet dan bagus loh, support pemerintah dibutuhkan. Thailand sudah dari bulan Maret lalu menghadirkan insentif, kalau Indonesia terlambat maka akan lari ke sana semua dan Indonesia bisa ganggur, itu makanya yang kita pikirkan," ungkap Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, di Jakarta.
Ke depan, TMMIN pun sedang menyiapkan kendaraan yang ramah lingkungan bukan hanya yang berteknologi canggih namun juga bisa dijual dengan harga yang terjangkau. Itu menjadi salah satu tantangan tersendiri.
"Fuel Efficient itu biasanya Hi-tech, kalau Hi-tech itu kan mahal, jadi konsumen itu kan pengennya tidak mahal-mahal banget, jadi bagaimana create market, marketnya ada, nah market yang ada itu juga banyak isunya, internal competitiveness, dan juga beberapa regulasi kebijakan pemerintah itu penting," jelas Warih.
"Semua masing-masing negara itu creating kebijakan berprinsip, sebenarnya tujuanya awalnya adalah market, tapi at the end of itu adalah industri harus ikut, karena trennya dunia itu, kalau kebijakan kita nggak bagus, daya saing kita nggak bagus, kita akan jadi market aja," lanjut Warih.
(dry/lth)

Sumber : Detik Otomotif
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment