2,1 Juta Honda Accord di Dunia Ditarik, Termasuk di Indonesia?


Malang - Honda Motor Company (HMC) telah mengumumkan penarikan massal (recall) terhadap sedan Accord. Sebanyak 2,1 juta unit Accord di dunia harus ditarik dalam kampanye ini. 



Apakah Accord di Indonesia turut menjadi beberapa di antara mobil yang harus ditarik? Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM, Jonfis Fandy belum bisa memastikan apakah Accord yang ada di Indonesia akan ditarik juga atau tidak.

"Saya dengar di seluruh dunia ada recall, jadi artinya Indonesia mungkin ada. Tapi list-nya belum sampai ke kita, part-nya juga belum sampai, belum ada berita resmi dari Honda (prinsipal Honda di Jepang), kita tunggu sebentar," kata Jonfis di sela-sela acara media test drive All New Honda CR-V Turbo di Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

"Kalau di seluruh dunia biasanya ada karena modelnya sama. Kalau sudah pasti akan kita umumkan," ujarnya.

Permasalahan pada Honda Accord sehingga harus di-recall pertama kali diumumkan di Amerika Serikat. Mungkin, kata Jonfis, recall Accord di Indonesia--jika memang benar-benar harus recall--akan diumumkan beberapa bulan mendatang.

"Biasanya jangka waktu sebulan, dua bulan, atau tiga bulan. Rilis itu kan di Amerika, mereka cepat, tanpa ada barang (suku cadang pengganti untuk menyelesaikan masalah) segala macam harus dirilis dulu. Setelah itu dilakukan pengecekan. 

Seperti diketahui, sebanyak 2,1 juta unit mobil Honda Accord di seluruh dunia akan ditarik untuk mengganti sensor aki karena bisa memicu kebakaran.

Juru bicara Honda, Chris Martin mengatakan penarikan tersebut termasuk 1,15 juta model Accord model tahun 2013-2016 di Amerika Serikat (AS) dan 1 juta sisanya di beberapa negara lain di seluruh dunia. 

Pembuat mobil asal Jepang itu mendapatkan empat laporan terkait kompartemen mesin yang terbakar di AS dan satu di Kanada. Namun tak ada korban sejauh ini.

Honda sendiri telah menerima sekitar 3.972 klaim garansi soal isu tersebut. Sensor aki tersebut tak terbungkus dengan baik sehingga bisa berpengaruh terhadap kelembaban aki.

Kelembaban tersebut bisa membuat partikel-partikel terutama garam di Amerika masuk ke dalam sensor aki. Lama-kelamaan menyebabkan karat hingga korsleting listrik.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan pada tahun 2015 di Kanada dan baru kemudian ditelusuri. Di 2016, berbagai laporan serupa mulai diklaim pada konsumen. (rgr/ddn)

Sumber : Detik Otomotif
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment