Honda Dukung Mobil Listrik, tapi Tak Perlu Buru-buru


Surabaya - Pemerintah Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan kembali hidupnya industri kendaraan bertenaga listrik. Kini, pemerintah sedang menyiapkan aturan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk mendorong pengembangan mobil listrik.



Honda Prospect Motor (HPM) menilai, mobil listrik sebenarnya teknologi yang belum terlalu matang. Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM, Jonfis Fandy, di luar negeri pun mobil listrik masih terus berkembang.

"Teknologi kan berkembang. Mobil listrik itu belum terlalu matang teknologinya, apakah kita mau buru-buru apply, ya enggak perlu juga," kata Jonfis di sela-sela acara media test drive all new Honda CR-V Turbo di Surabaya, Jawa Timur.

"Itu kan teknologi yang belum mature banget, di Indonesia apalagi. Di luar negeri saja masih berkembang terus. Nanti 5 tahun ke depan, makin matang, akan lebih baik. Jadi tidak terlalu signifikan sekali harus dilakukan buru-buru," lanjutnya.

Meski begitu, Jonfis menegaskan, pihaknya harus mendukung jika pemerintah memiliki keinginan untuk menghidupkan pengembangan mobil listrik. Apalagi, Honda secara global juga sudah punya teknologinya.

"Tapi kan apakah bisa diaplikasikan langsung, tidak segampang itu," ujar Jonfis.

Jonfis mengatakan, tantangan dalam mengembangkan mobil listrik itu ada pada baterainya. Ukuran baterai yang besar sehingga memakan tempat di mobil, serta jangka waktu atau jarak perjalanannya yang terbatas jika hanya menggunakan baterai kecil menjadi tantangan tersendiri untuk mobil listrik.

"Kalau mobil kecil kan susah dipasangi baterai. Dipasang di LMPV bakal mengorbankan bangku baris ketiga. Jadi memang ini masih harus diaplikasikan di mobil-mobil yang lebih besar, yang punya daya angkut lebih dari 5 orang. Kita tidak bisa mendapatkan mobil listrik 7 penumpang, kecuali sangat besar. Dan itu masuk ke mobil mewah," ujar Jonfis. (rgr/ddn)

Sumber : Detik Otomotif
Share on Google Plus

About Honda Nasional

0 komentar:

Post a Comment